Archive for the Psychology Stuff Category
Eksperimen ini membunuhku (Part-2)
Posted in Assignments, Colors of My Day on July 17, 2008 by dhya……………………
©dhya
Eksperimen ini membunuhku.
Posted in Assignments, Colors of My Day on July 14, 2008 by dhyaalat ukur.
konstruk.
faktor.
komponen.
ngantuk.
iklan.
syl: “mau mati”
widya: “gw sih gak segitunya, syl!”
[nyun masuk ruangan]
nyun: “ada yang punya tissue gak?”
syl: “siapa ya?”
nyun: “Jennifer” (detos mode: ON)
tiba2…
Oknum G: “mentari?” –> haha! it should be today, L*AR!
aarrgghhh… menggila. untungnya selalu ada teman2 (yang lebih gila). seenggaknya gw bisa bersyukur… karena ada yang lebih gila dari gw… hahaha!! becanda guys… sumpah! love u all soooo baaaddd :-*
haduh, gak jelas ya postingan gw. hehehe! yaa… begini lah… memang lagi gak jelas. blog juga boleh jadi tempat nyampah kan???
buat yang protes sama header gw, udah gw ganti lagi tuh! ditunggu ya header pesanannnya
©dhya
Mengapa saat seseorang menyebut kata “sex” ruangan segera hening?
Posted in Assignments, Colors of My Day, Psychology Stuff on March 3, 2008 by dhyaSaat itu saya sedang mengikuti kuliah berstruktur Psikologi Kognitif pada tanggal 27 Februari 2008. Mas Adih Respati sedang menerangkan tentang amnesia. Seperti biasa, ia selalu memberi contoh yang menarik. Ia bercerita tentang seseorang yang tidak bisa mengenali suatu alfabet tertentu, dalam kasus tersebut subjek tidak dapat mengenali alfabet ”G” sehingga ia tidak mengetahui hal apapun yang mengandung huruf G. Sialnya, namanya adalah George. Kelas saat itu langsung riuh rendah mengasihani orang yang sedang diceritakan. Mas Adih lalu berkata, ”kalau saya harus memilih dari A sampai Z, maka saya memilih untuk tidak dapat mengenali huruf X.” Masih dalam keadaan riuh rendah tiba-tiba seorang teman saya berkata, ”sex?”. Saat itu juga, kelas menjadi hening dan semua mata tertuju pada teman saya yang mengucapkan kata tersebut.
Apa yang sebenarnya terjadi saat itu? Mengapa dalam keadaan ramai pun, jika ada seseorang yang berkata ”sex” maka ruangan akan menjadi hening? Hal ini sebenarnya dapat dijelaskan dengan teori Cocktail Party yang dikemukakan oleh Colin Cherry tahun 1953. Teori ini menjelaskan kemampuan kita untuk fokus pada satu percakapan saja ketika semua orang sedang berbicara pada waktu yang sama (Cherry, 1953, dalam Eysenck, 2001). Menurut penemuan Cherry ini, unattended messages (suara yang bukan menjadi fokus kita) ditolak oleh filter dan diproses sedikit sekali. Namun, jika benar kita mengabaikan unattended messages maka logikanya kita tidak akan mendengar apapun yang dibicarakan orang selain yang menjadi fokus kita. Untuk melengkapi kekurangan teori ini, Eysenck (2001) meyebutkan bahwa informasi dalam unattended messages sebenarnya diproses baik suara maupun artinya. Namun, kita cenderung lebih sering terfokus pada hal-hal yang kita anggap penting saja. Penjelasan tersebut cukup menjelaskan kenapa kita dapat mendengar jika nama kita dipanggil dalam keramaian. Kata yang memiliki makna dan menarik untuk kita akan tertangkap oleh filter dan diproses oleh otak.
Lalu mengapa saat mendengar kata sex semua orang dalam ruangan langsung hening? Kita tidak perlu heran. Hal ini disebabkan karena kata sex dianggap menarik oleh hampir semua orang. Buktinya??? Mas Adih langsung menanggapi kata-kata teman saya yang membuat ruangan hening, ”Sex? Kalau begitu saya berubah pikiran. Saya akan memilih huruf Q untuk dilupakan”.
©dhya
