Finally! My Own Domain!

Posted in Uncategorized on August 7, 2008 by dhya

pindah… pindah…

hayo semuanya kunjungi yaaaa!


©dhya


Advertisements

Perhatikan kode plastik mulai sekarang

Posted in For Your Information, Men Sana In Corpore Sano with tags , , , , , on August 5, 2008 by dhya

Temen2, tau gak kalo penggunaan plastik itu gak baik buat kesehatan?

Karena penggunaannya gak aman, jadi dibuatlah kode2 pada tiap plastik tersebut untuk informasi tentang jenis bahan, cara pembuatan, dan dampak pemanfaatannya bagi pemakai.

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi pula oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).

Secara umum tanda pengenal plastik tersebut :

– berada atau terletak di bagian dasar,

– berbentuk segi tiga yang terbentuk dari 3 tanda panah

– di dalam segitiga akan terdapat angka,

– serta nama jenis plastik di bawah segitiga,


Kode 1: PETE or PET (Polyethylene terephthalate)

PETE

PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.

Botol jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Kenapa? Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.

Jadi buat yang memakai botol bekas air mineral untuk didinginkan di kulkas, sebaiknya ganti botol2 tersebut jadi botol yang terbuat dari kaca.


Kode 2: HDPE (High density polyethylene)

HDPE

HDPE (high density polyethylene) memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Kode 2 ini biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum dan lain-lain.

HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Walaupun begitu, kode 2 ini juga direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Kenapa? karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.


Kode 3: V or PVC (Polyvinyl chloride)

PVC

PVC

V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan

Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain (bukan bertanda 3 dan V) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).


Kode 4: LDPE (Low density polyethylene)

LDPE

LDPE

LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode 4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan kode 4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.


Kode 5: PP (Polypropylene)

PP

PP

PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristiknya adalah transparan, tidak jernih atau berawan, dan cukup mengkilap. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi.

Jenis PP (polypropylene) ini adalah PILIHAN BAHAN PLASTIK TERBAIK, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.


Kode 6: PS (Polystyrene)

PS

PS

PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.


Kode 7: OTHER

OTHER

OTHER

Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate) dan Nylon.

Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Jadi mulai sekarang mulailah memperhatikan kode plastik sebelum membeli. Sebisa mungkin gunakan tempat makanan atau minuman dengan kode 4 atau kode 5 karena kode tersebut yang paling aman digunakan.

Semoga bermanfaat ūüôā

Referensi

http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/06/sn-30-juni-2008-kenali-tanda-pengenal-plastik-untuk-selamat.pdf

http://edoth.blogspot.com/2008/07/resin-identification-code-pada-plastik.html

©dhya


Virus HP Commwarrior: Pengganggu ketenangan dan ketentraman hidup

Posted in For Your Information with tags , , , , on August 4, 2008 by dhya

Horraayyy!!! Akhirnya si handphone sembuh juga dari virus yang amat sangat mengganggu. Jadi, begini ceritanya, waktu itu gw lagi di bus otw ke kampus. Gw lupa matiin bluetooth hp gw (ini kebodohan gw yang pertama). Hp gw taro di tas dan lupa gw lock (ini kebodohan gw yang kedua). Entah gimana ceritanya gw tau2 menerima menerima file dari bluetooth transfer. Dan bodohnya lagi! file-nya gw buka (naaahhh… yang ini kebodohan gw yang ketiga!) haha! Sempurna banget gak sih kebodohan gw! Jadilah akhirnya si handphone kena virus… *hwaaa… handphone maafkan aku tidak menjagamu dengan baiikkk!! :((* Dan kejadian itu terjadi entah berapa bulan yang lalu.

Selama beberapa bulan itu, si virus amat sangat mengganggu ketenangan dan ketertiban hidup gw. Bayangin aja! Dia dengan fasihnya mengirim MMS ke orang2 yang nomornya ada di phonebook gw dan menghabiskan pulsa. Walaupun sangat amat bete karena mengambil resiko tidak akan bisa menerima MMS, gw akhirnya ngerubah access point di Multimedia message setting hp gw dari provider gw ke provider lain (biar si virus gak bisa ngirim MMS lagi). Alhamdullilah bisa… jadi si virus cuma bisa sampe folder outbox, gak sampe folder sent (Cuma berusaha ngirim tapi akhirnya failed).

Ternyata keribetannya gak cuma sampe situ. Si virus karena gak bisa menyebarkan kemurkaannya sama orang2 di phonebook gw, dia akhirnya mencari mangsa lewat Bbuetooth. Dan ini bukan lagi mengganggu gw tapi juga mengganggu kententraman hidup temen2 gw karena bluetooth mereka sering diminta konfirmasi untuk menerima file dari [dHya] (nama buetooth gw). Belum lagi psiko yang udah kaya showroom laptop, pasti deh bingung kalo laptopnya diminta konfirm untuk file transfer lewat bluetooth. Kalo si Whitey (ini nama laptop gw. Inget ya, it’s WHITEY, not BRITNEY!) sih aman, soalnya setting wifi sama bluetoothnya misah jadi gw bisa hotspotan dengan tengan di kampus. Tapi ada beberapa temen gw yang laptopnya punya wifi dan Bluetooth yang digabung, jadi gak bisa nyalain salah satu aja. Alhasil ya mereka dibombardir sama si virus yang sangat amat mengganggu. Karena kasian sama temen2 gw kalo sampe mereka juga ketularan virus ini akhirna nama bluetooth gw di hp gw ganti jadi “Jangan diterima! Ini virus!!!”. Maaf ya teman2… kalo pada gak tau nama bluetooth itu punya siapa, sebenernya itu hape gw… hehe… gw jangan digebugin yaaa… ūüėÄ

Karena tak tahan lagi dengan semuanya (halah! Lebay mode: ON), akhirnya gw browsing dan menemukan bahwa si virus namanya Commwarrior. Setelah browsing2 lagi gw memutuskan untuk mendownload antivirus hape disini. Ajaibnya! Si virus menghilang dengan gak sopannya! (dasar virus… datang tak dijemput, pulang tak diantar). Alhamdulillah… hidup gw bisa lebih tenang sekarang ūüôā

Buat yang kena virus commwarrior juga, ini cara ngilanginnya secara manual:

Install File Manager pada device HP anda
Enable-kan option “view the files in the system folder”.
Hapus file-file berikut ini:

Buka direktori c:system\apps\commwarrior dan hapus file2 berikut:
c:\system\apps\commwarrior\commwarrior.exe
c:\system\apps\commwarrior\commrec.mdl

Lalu buka direktori c:\system\updates dan hapus file2 berikut:
c:\system\updates\commrec.mdl
c:\system\updates\commw.sis
c:\system\updates\commwarrior.exe

Lalu ke direktori c:\system\recogs dan hapus file berikut:
c:\system\recogs\commrec.mdl

Semoga bermanfaat ūüôā

©dhya

Juliette – Bukannya Aku Takut

Posted in Music with tags , on August 4, 2008 by dhya

ku tak peduli
bila ku benar-benar cinta mati
ku tak peduli

ku memang begini
bila ku benar-benar cinta mati
ku tak peduli
apa saja yang ku inginkan kamu rela

reff:
bukannya aku takut akan kehilangan dirimu
tapi aku takut kehilangan cintamu
mungkin saja saat itu kau mempermainkan aku
seakan kau bisa membalas cintaku

kau takkan mengerti
yang selama ini aku rasakan, pasti
kau tak peduli
bila saja yang ku inginkan kamu rela

repeat reff

————————————

*smiling* –> mengingat kebodohan… hahahahaha!!!

©dhya

STOP HIV/AIDS! Let’s Protect Ourselves.

Posted in Men Sana In Corpore Sano with tags , on August 1, 2008 by dhya

Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/ AIDS) merupakan fenomena gunung es atau yang lebih akrab dikenal dengan istilah iceberg phenomenon. Virus ini pertama kali ditemukan di Amerika Serikat tahun 1981, dan tiga tahun berikutnya di Indonesia, yaitu pada tahun 1984. Penyakit yang timbul sebagai akibat penyakit menular seksual (PMS) ini memiliki beberapa cara penularan antara lain : (1) hubungan kelamin baik homoseksual maupun heteroseksual, (2) ibu kepada bayi-selama atau sesudah kehamilan, (3) transfusi darah dan lainnya (http://www.kidsource.com).

Menurut data PBB yang mengurus masalah HIV/AIDS (UNAIDS) dalam bukunya “WHO AIDS Epidemic Update 2004” mencatat dari sekitar 39,4 juta orang yang terinfeksi HIV/AIDS, sekitar 8,2 juta ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dan 2,3 juta orang dari jumlah tersebut adalah perempuan. Data penderita di Indonesia berjumlah sekitar 5701 orang, 2.363 terkena AIDS dan 3.338 terkena HIV. Direktorat PPM-PLP Departemen Kesehatan RI menyatakan bahwa kasus HIV/AIDS yang terdapat di Indonesia tercatat sebanyak 3.568 buah pada tanggal 31 Desember 2002. Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN) memperkirakan jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia sampai Maret 2008 mencapai 200 ribu, jumlah terbanyak terdapat di kota-kota besar (http://www.antara.co.id). Dari data Departemen Kesehatan (Depkes) per September 2007, di DKI Jakarta terdapat 2.849 penderita AIDS. Sedangkan Provinsi Jabar 1.445 penderita AIDS. Angka ini lebih tinggi dibanding Provinsi Papua yang mencapai 1.268 penderita AIDS. Padahal, pada Juni 2007, Provinsi Papua masih menempati posisi dua terbesar penderita AIDS dengan jumlah 1.244 orang dibanding Provinsi Jabar yang mencapai 1.226 orang (Republika Online-Senin, 17 Desember 2007 dalam http://www.gizi.net). Menurut tingkat usianya, jumlah kasus HIV / AIDS didominasi usia remaja dengan 1222 kasus atau sekitar 50% (http://www.antara.co.id).

Dalam http://www.kidsource.com disebutkan beberapa alasan mengapa remaja sangat rentan terhadap infeksi HIV. Pertama, remaja tidak sadar akan kerapuhan mereka. Hal ini karena karakteristik remaja yang percaya bahwa mereka tahan terhadap bencana, kecelakaan, dan kematian (Hochhauser, 1988). Kedua, remaja sedang berada pada tahap pengembangan identitas diri. Orientasi seksual menjadi lebih jelas saat remaja. Penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa satu sampai dua persen dari remaja laki-laki berumur 16-19 tahun memiliki hubungan homoseksual (Hingston et al., 1990); setengah persen melaporkan bahwa mereka memiliki hubungan biseksual (Strunin & Hingson, 1987). Remaja-remaja ini dapat menjadi pembawa penyakit bagi pasangannya. Ketiga, remaja memiliki hubungan seksual yang tidak aman. Karena rentannya remaja akan hubungan yang tidak aman, maka remaja sudah memiliki resiko yang tinggi akan terkena penyakit menulas seksual (PMS)/Sexual Transmitted Disease (STD). Keempat, remaja memiliki kemungkinan yang besar untuk mencoba obat-obatan terlarang. Memakai obat-obatan terlarang menggunakan jarum suntik dapat membawa remaja pada tingkah laku yang dapat meningkatkan resiko terkena HIV/AIDS.

——————————————————————————————-

jadi lebih peduli sama masalah ini setelah berkutat dengan latar belakang eksperimen selama kurang lebih sebulan. banyak banget data yang gw dapet, ini cuma sedikit rangkuman aja buat gambaran singkat kalau sebenernya HIV/AIDS itu perlu ditangani secepatnya karena korbannya udah menjalar sampai remaja… dimana usia remaja itu termasuk usia paling produktif. bukan cuma remaja aja sih… tapi untuk semua umur. jangan sampe deh kena penyakit yang amat sangat gak cool ini. gimana caranya? caranya cuma satu, “jaga diri”. hehe! dalem banget tuh artinya…

So, Stop HIV/AIDS. Let’s Protect Ourselves.

Referensi

http://www.kidsource.com/kidsource/content4/adolescents.and.AIDS.html

http://www.antara.co.id/arc/2008/7/9/di-indonesia-penderita-hiv-aids-capai-200-ribu/

http://www.advocatesforyouth.org/publications/factsheet/fshivaid.htm

http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1197950388,94212,


©dhya

After the experiment

Posted in Assignments, Colors of My Day on August 1, 2008 by dhya

AKHIRNYA.

©dhya

Eksperimen ini membunuhku (Part-2)

Posted in Assignments, Colors of My Day on July 17, 2008 by dhya

……………………


©dhya